♣ Sakitnya Sakaratul Maut


بسم الله الرحمن الرحيم

Nabi Idris (‘alaihisallam), seorang ahli ibadah; kuat mengerjakan solat puluhan rakaat dalam sehari semalam & selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari.

Catatan amal Nabi Idris yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit, sangat menarik perhatian Malaikat Izrail. Lalu ia bermohon kepada Allah Ta’ala agar diperkenankan mengunjungi Nabi Idris di dunia denga menjelma sebagai seorang lelaki tampan, bertamu ke rumah Nabi Idris.

Nabi Idris sama sekali tidak mengetahui bahawa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail. Seperti tamu yang lain, Nabi Idris melayani Malaikat Izrail & ketika waktu berbuka puasa, Nabi Idris mengajaknya makan bersama, namun ditolak oleh Malaikat Izrail.

Selesai berbuka puasa, seperti biasa Nabi Idris mengkhususkan waktunya menghadap Allah Ta’ala sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Begitu juga ketika Nabi Idris berzikir ketika melakukan tugasnya sehari-harinya & hanya berbicara yang baik-baik saja. Keesokan hari, Nabi Idris mengajak tamunya itu berjalan-jalan di sebuah kebun buah-buahan yang sedang masak ranum.

“Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”,
pinta Malaikat Izrail m’uji Nabi Idris.

“Subhanallah”,
kata Nabi Idris.

“Kenapa?”
Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

“Buah-buahan ini bukan milik kita. Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram”,
kata Nabi Idris.

Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris memerhatikan wajah tamunya yang tidak berasa bersalah. Dalam diam beliau mula terfikir siapakah tetamu yang tidak dikenali itu.

“Siapakah engkau sebenarnya?”,
tanya Nabi Idris.

“Aku Malaikat Izrail”,
jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris sangat terkejut, seketika tubuhnya menggeletar tidak berdaya.

“Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku?”
tanya Nabi Idris.

“Tidak, atas izin Allah, aku sekadar menziarahimu”,
jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris mengangguk & terdiam seketika.

“Aku ada satu permintaan”,
ujar Nabi Idris.

“Ku mohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah Ta’ala untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya & meningkatkan amal ibadahku”,
pinta Nabi Idris.

“Tanpa izin Allah, aku tidak dapat melakukannya”,
kata Malaikat Izrail.

Pada saat itu Allah Ta’ala memerintahkan Malaikat Izrail mengabulkan permintaan Nabi Idris. Dengan izin-Nya, Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris.
Malaikat Izrail kemudian menangis memohon kepada Allah Ta’ala agar menghidupkan kembali Nabi Idris. Allah Ta’ala telah mengabulkan permohonannya.

Setelah Nabi Idris hidup kembali, Malaikat Izrail lalu bertanya bagaimanakah rasanya mati. Lalu Nabi Idris menjawab,
“Seribu kali lebih sakit daripada binatang hidup dikuliti”.

“Cara yang ku lakukan terhadapmu adalah cara yang lemah lembut”,
kata Malaikat Izrail pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s